Monday, November 21, 2011

Sejarah pendidikan pelaut di Indonesia



Pendidikan Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal

Pada tahun 1957, Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra .


AIP

Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985, hampir semua lulusan AIP terkena wajib militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat perwira muda Letda Angkatan Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia, yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda. Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistim pendidikan Akademi Pelayaran Belanda maupun Kingspoint Academy Amerika Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar dan jalan jalan menghabiskan uang negara indonesia.


BPLP di Semarang dan Makassar

Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran Negeri di Semarang dan Makassar dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.
Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.


STIP

Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah mempunyai Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaransetara sarjana dengan beban studi 160 sks dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat dan berstandard lokal karena memang sekarang seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa jawa.[2]


AMC ( Akademi Maritim Cirebon )

Akademi Maritim Cirebon merupakan salah satu sekolah pelayaran swasta yang bertaraf International . Awal didirikan tahun 1991 dan telh banyak menciptakan pelaut yang bekerja di pelayaran asing. AMC adalah satu - satunya sekolah pelayran swasta yang tarunanya diasramakan walau masih dalam angan angan 90


Anak Buah Kapal

Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.


Hierarki Awak Kapal

Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
  • Perwira Departemen Dek
    1. Kapten/Nakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran
    2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi
    3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi.
    4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi.
    5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.[3]
  • Perwira Departemen Mesin :
    1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.
    2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk
    3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu.
    4. Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa.
    5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan.
    6. Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer
  • Ratings atau bawahan
    1. Bagian dek:
      1. Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
      2. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
      3. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
      4. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
    2. Bagian mesin:
      1. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
      2. Fitter atau Juru Las
      3. Oiler atau Juru Minyak
      4. Wiper
    3. Bagian Permakanan:
      1. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
      2. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak


Sertifikat pelayaran

Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut :
lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistim Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.


Ijazah Pelaut

Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.


Ijazah Dek

Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
  1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
  2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
    • Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
    • Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
    • Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
  3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
  4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
  5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
  6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)


Ijazah Mesin

Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
  1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
  2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:
    • Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatas
    • Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
    • Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
  3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
    • Perwira Jaga (tak terbatas)
    • Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
    • Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
  4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
  5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
  6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D) awak kapal..!!


Sertifikat ketrampilan

Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
  1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
  2. Advanced Fire Fighting (AFF)
  3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
  4. Medical First Aid (MFA)
  5. Medical Care (MC)
  6. Tanker Familiarization (TF)
  7. Oil Tanker Training (OT)
  8. Chemical Tanker Training (CTT)
  9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
  10. Radar Simulator (RS)
  11. ARPA Simulator (AS)
  12. Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS[4]



Sunday, November 20, 2011

Pelaut Jerman Dimakan Suku Kanibal...


Pelaut Jerman Dimakan Suku Kanibal?-Pelaut Jerman dan kekasihnya melakukan perjalanan keliling dunia. Namun, semua menjadi mimpi buruk saat ia tiba di pulau antah berantah. Keduanya kini menghilang.


Pelaut Stefan Ramin (40) dan Heike Dorsch (37) melakukan perjalanan keliling dunia sejak 2008 untuk mencari apa yang mereka sebut sebagai surga dunia. Impian itu berubah jadi mimpi buruk saat mereka mencapai Nuku Hiva di French Polynesia.
Pulau tropis terpencil itu menjadi tempat terakhir Ramin terlihat sebelum akhirnya ditemukan tulang belulang yang diduga miliknya. Para ahli meyakini, Ramin dipotong-potong dan dibakar, kemudian dimakan oleh kanibal.
Radio New Zealand International melaporkan, sedang dilakukan uji pada tulang belulang itu untuk menentukan apakah benar milik Ramin. Sementara polisi mencari pemandu wisata lokal, Henri Haiti.
Haiti diduga merencanakan perjalanan berburu dengan Ramin dan berusaha memperkosa Dorsch saat kembali untuk menyatakan Ramin diserang kanibal. Dorsch diikat ke pohon tapi berhasil melarikan diri dan melapor ke aparat setempat.
Si pemandu masih hilang, serta saat ini diburu polisi dan militer. Ramin dan Dorsch mulanya berencana menghabiskan beberapa bulan di French Polynesia, melabuh di Nuku Hiva. Mereka ingin merasakan berburu kambing tradisional ala pulau berpenduduk 2.789 orang itu.
"Kementerian Luar Negeri dan polisi sudah diberitahu mengenai masalah ini. Mereka berkomunikasi dengan aparat setempat," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman.(inilah.com)

Tuesday, November 15, 2011

Dibalik Seorang Pelaut

Apa dan bagaimna dibalik seorang pelaut, mencoba untuk mengupas dari diri seorang pelaut dan tentang jenjang karier, pendidikan serta  kehidupan keseharian seorang pelaut di atas kapal, mari kita kaji semua dlam blog artikel saya ini, dan sebagian besar saya mabil dari pengalaman pribadi diri saya sendiri, asumsi masarakat tentang pelaut, sebagian besar masarakat awam menganggap tentang profesi pelaut ini adalah pelaut tidak pernah mabuk laut, masak kerja dilaut masih mabuk laut juga? Terus cerita yang juga berkembang di masyarakat awam adalah Pelaut itu Pemabuk( minuman), Kasar, Punya istri dimana mana, tiap pelabuhan mungkin? Dan pastinya kuat, tahan banting, petualang cinta alias playboy, dan tidak pemabuk laut.

Karena banyak ketidaktahuan masyarakat awam, tentang profesi pelaut yang sebenarnya, aku berusaha deh mewakili menjawab pertanyaan yang sering diajukan buat pelaut.. Apa sih sebenernya pekerjaan dan kharakter pekerjaan mereka, membahas gosip gosip pelaut juga
Mulai yuukk...

Pelaut sekolahnya dimana?

Perwira pelaut pelayaran besar atau Internasional bersekolah sebagai Taruna atau calon cadet di Sekolah Tinggi Pelayaran negri atau swasta. Ada 3 sekolah tinggi negri, berlokasi di Jakarta, Semarang dan Makassar. Sekolah ini dibawah badan diklat hubla. Sekolah dinas yang mendapat sedikit subsidi, tapi berbayar dan tidak ikatan dinas. Disamping itu juga ada banyak sekolah tinggi pelayaran swasta. Baik negri atau swasta mendapatkan ijazah laut dari badan hubla. Teregistrasi dan dapat dicheck keabsahannya di internet di data base pelaut. Buat yang tidak mengenyam pendidikan perwira, ada juga pelaut yang mulai dari nol, dari jabatan paling rendah, dengan mendapat pengalaman dia bisa bersekolah dan terus hingga jenjang tertinggi, butuh waktu yang lama dan kesabaran luar biasa. Dan aku sering bertemu Kapten kapten hebat yang memulai jadi pelaut dari kelasi atau ordinary seaman. 

Keahlian Pelaut

Biasanya sekolah sekolah ini menyediakan 2jurusan keahlian yaitu jurusan nautika, ahli navigasi dan jurusan technika, ahli mesin perkapalan. Ada yang berminat memasukkan ponakan? Saudara? Ke sekolah sekolah ini? Check saja di www.perhub.go.id ada info badan diklat dan pendidikan yang harus ditempuh... Sedangkan untuk Rating atau kru kapal atau abk maka tidak diperlukan keahlian khusus, tapi wajib mengikuti beberapa training sebelum berlayar, sesuai dengan amandemen internasional stcw 95, ratifikasi pelaut. Ada banyak training yang harus diikuti, dan ijazah training ini berlaku internasional. Trainingnya mencakup pengetahuan dasar sea survival, fire fighting, first aid, dan training dasar kelautan untuk abk deck atau mesin. 

Pelaut Berlayar berbulan bulan tidak lihat daratan?

Pada pelayaran masa lalu yang menggandalkan angin sebagai penggerak utama, berlayar akan memakan waktu berbulan bulan, tapi jaman sekarang, dimana kapal memakai tenaga mesin sebagai tenaga pendorong. Hasilnya perjalanan akan jadi jauh lebih cepat, dan tidak ada lagi pelayaran yang memakan waktu lama, biasanya sebulan sudah termasuk lama saat ini, seperti pelayaran dari Jepang ke Eropa lewat terusan Suez, bisa memakan waktu satu setengah bulan jika kecepatan kapal hanya sekitar dibawah 15Knots. Tapi dengan segala fasilitas telepon, internet dan entertainment dikapal, perjalanan panjang biasanya tidak lagi membosankan karena banyak aktifitas.

Rasanya Gimana Berada ditengah lautan luas dan hanya melihat laut laut dan laut?

Errr biasa aja sih... di minggu pertama sih masih takjub liat sunset, sunrise, bintang, lumba lumba dan lain lain... tapi setelah itu kesibukan bekerja, laporan, jaga, overtime dan lain lain membuat tidak sempat lagi menikmati keindahan alam layaknya penumpang. Mikirnya kapan ya jadwal Sign Off?? Bosan? tergantung sih, Money Talks deh, kerja jauh jauh begitu dengan resiko ga kecil apa lagi alasannya kalau bukan karena uang? Dedikasi karena pekerjaan? ato cinta laut??? You can talk like that if you already spent 40 years as a seaman, if below that, all just because of money. That's it. Uang dan jalan jalan gratis liat negri orang... Hampir semua pelaut berfikir Melaut cuma batu loncatan, ngumpulin uang buat bisnis, dan jika saatnya tepat langsung ke darat kumpul sama keluarga... bla bla bla... Kenyataannya mereka itu Love and Hate relationship jadi pelaut, mau ga balik susah adaptasi cari kerjaan didarat, mau balik juga benci ninggalin keluarga demi Dollar... Tapi kenyataannya mereka kembali dan kembali lagi kelaut, karena gaji sebulan dikapal bisa jadi itu gaji setahun didarat? 

Pelaut Playboy dan Banyak istri ditiap pelabuhan?

Hmmmm.... Mungkin ya pada jaman dahulu kala, saat komunikasi sulit, telpon ga ada, perempuan di pelabuhan bisa dengan mudahnya datang ke kapal saat kapal datang, saat berlayar itu tidak ada banyak aturan dan Sailing is Fun and Easy money... Aku ga tau kalo dari sebaigian pelaut sekarang masih memegang prinsip seperti itu, setahu dan pengalaman saya kita hanya di sibukan dengan pekerjaan yang segudang.. apa lagi bagi kapal2 yang oprasionalnya di offshore alias untuk difungsikan sebagai pelayanan pengeboran lepas pantai seperti RIG atau JACKET bisa full 24jam mereka kerja dan kerja, selalu berada di tengah laut terus menerus sampai habis kontrak mereka, jadi untuk waktu enjoy atau berfikiran happy2 sudah tidak ada lagi, hiburan satu2nya hanya telefon ke family dan main games atau internet, sambil menunggu kapan jadwal rotation pulang..., dengan bejibun aturan dan laporan dan standar Safety, Security dan lainnya. Saat ini, disaat uang begitu sulit dicari, komunikasi begitu mudahnya dengan internet dan hape dengan keluarga atau pacar tercinta, para pelaut yang aku kenal jadi sangat berhati hati mengeluarkan uang buat hal hal yang tidak perlu. Menggunakan waktu istirahat se efisien mungkin, menggunakan waktu pesiar kedarat untuk bersantai, makan makanan yang beda dengan menu kapal. Ada juga yang mampir ke lokalisasi, mencurahkan hasrat biologis pada penjaja sex yang persentasinya benar benar kecil selama aku berlayar. Sekali lagi ini pengalamanku berlayar di kapal Supply jenis towing tug dan utility bersama beberapa perusahaan. 



Bravo pelaut...

Hari Pelaut 2011 – Latar Belakang


By Hendrik Irawanto

  1. Pada 2010, negara-negara ahli IMO bersetuju bahawa sumbangan unik pelaut di seluruh dunia kepada perdagangan antarabangsa melalui jalan air/laut khasnya, dan sumbangan kepada ekonomi dan masyarakat dunia amnya, mestilah dihargai dengan menetapkan satu ‘Hari Pelaut’ setiap tahun.
  2. Tarikh yang dipilih pada 25 Jun setiap tahun adalah berdasarkan tarikh semakan terhadap Kod STCW yang diadakan dalam Konferens Diplomatik IMO di Filipina pada 25 Jun 2010.
  3. Buat julung-julung kalinya tahun ini, kempen sejagat secara atas talian dilancarkan menggunakan pelbagai laman sosial bagi menyatakan sokongan dan penghargaan kepada golongan pelaut.
  4. Tujuannya adalah untuk menyampaikan penghargaan kepada keseluruhan 1.5 juta pelaut di seluruh dunia terhadap sumbangan unik mereka yang selalunya terlepas pandang oleh masyarakat umum.
  5. Dengan menggalakkan interaksi dalam talian berkenaan pelaut, kita ingin menyampaikan penghormatan, perakuan dan kesyukuran kepada pelaut di mana-mana sahaja.
  6. Capaian universal laman sosial boleh meningkatkan kesedaran berkenaan peranan penting yang dimainkan oleh golongan pelaut dalam ekonomi dunia,  dalam pembangunan berterusan, yang membolehkan kapal-kapal membawa 90% dagangan dunia dengan selamat, cekap dan dengan kesan minima terhadap alam sekitar.
  7. Sambutan Hari Pelaut juga adalah peluang untuk mendidik masyarakat awam berkenaan isu-isu yang dihadapi pelaut moden – seperti lanun.
  8. Lebih penting lagi, sambutan ini adalah kesempatan buat kita untuk mengucapkan ” Terima Kasih Pelaut”. Thank you, seafarers.

Selamat Hari Pelaut 2011. Thank you, seafarers.

Sunday, November 13, 2011

Orang Indonesia Berlayar dari California-Bali Sendirian

coverlayar Orang Indonesia Berlayar dari California Bali Sendirian
DENPASAR – Rob Rama Rambini (52) pria kelahiran Italia, berhasil mewujudkan ambisinya mengarungi lautan bebas dari California AS ke Bali, seorang diri hanya ingin bertemu Kanjeng Ayu Tristutji Kamal, ibunya yang tinggal di Indonesia.
Bahkan atas keberanian dan prestasinya menyabet rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), orang Indonesia pertama yang berlayar sendirian dari California ke Bali. Rob yang semula dijadwalkan tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar Sabtu (2/4) sekira pukul 14.00 Wita, namum baru tiba sekira pukul 01.27 Wita, tadi pagi.
Penghargaan Muri Nomor 4810/R.MURI/IV/2011 diserahkan perwakilan MURI disaksikan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar di Pelabuhan Serambi Mariana Benoa, Kota Denpasar, Bali, Minggu (3/04/2011).
Dia pun bertutur tentang pengembaraannya yang memang dilakukan sejak usia muda. “Tujuan saya ke Indonesia karena sudah lama tidak bertemu ibu. Itu motivasi saya ke Indonesia,” kata Rob Rambini. Ibunda Rob Rambini adalah kerabat Kraton Surakarta, Jawa Tengah.
Sebelumya, Rob Rambini berlayar dari California ke Hawaii, kemudian turun melalui Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Karang Laut, ke Port Moresby, Papua New Guinea. Pria yang hobi fotografi itu meninggalkan Port Moresby, 12 November 2010.
Meski sendirian berlayar tak mengurangi semangatnya hingga ia berhasil masuk melalui perairan Indonesia, lalu mendarat selama sehari di Pulau Tanimbar, Saumlaki, untuk memasok kebutuhan logistik.
Sayangnya saat akan merapat ke Bali, cuaca cukup buruk sehingga harus beberapa kali melakukan pendaratan mendadak, karena kondisi cuaca dan gelombang tinggi.
Kini bersyukur setelah berpetualang selama 30 tahun mencari pengalaman akhirnya tiba dengan selamat di Indonesia bertemu dengan semua kerabatnya yang telah lama berpisah. “Saya tiga bulan di Bali ya untuk jalan-jalan,” kata dia soal rencananya setelah bertemu sang ibu.
Tampak ikut menyambut kedatangan Rob Rambini, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar, General Manager Pelindo III Benoa Iwan Sabatini, Kadis Pariwisata Bali Ida Bagus Kade Subhiksu, Putri Duta Pariwisata Indonesia dan undangan lainnya.*okezone.com

Berlayar di Bermuda, 2 Orang Tewas Misterius

FBI datang menyelidiki.
Hendrik Irawanto
VIVAnews - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dipanggil untuk menyelidiki kasus kematian tak biasa. Dua orang tewas ditemukan di kapal pesiar, 'Norwegian Dawn' yang berlabuh di Boston, Jumat 28 Oktober 2011 pagi. Kapal itu baru berlayar tujuh hari dalam tur ke Bermuda.

Mereka yang tewas adalah seorang perempuan berusia 69 tahun dan seorang pemuda berusia 23 tahun. Kematian keduanya tak terkait, namun polisi tertarik pada kasus ke dua: kematian pria yang berusia lebih muda.

Hingga kini, aparat belum memastikan, tewasnya kedua penumpang karena pembunuhan. Namun, berita kematian dua orang tersebut membuat penumpang yang lain syok dan terguncang.

"Kematian ke duanya terjadi di dua bagian terpisah, juga tak terkait satu sama lain," kata Kejaksaan Distrik Suffolk dalam pernyataannya, seperti dimuat Boston Globe. "Dengan tidak adanya tuntutan kriminal, tak ada rincian lebih lanjut yang akan dirilis dalam kasus ini.

Sementara, juru bicara FBI, Greg Comcowich mengatakan, para agennya langsung dikirim ke kapal setelah mendapatkan laporan itu. "FBI bertanggung jawab untuk menginvestigasi kejadian kriminal di laut lepas," tambah dia.

Comcowich menjelaskan, setelah mengetahui kabar kematian mencurigakan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah agen lokal dan nasional.

Lantas diketahui, perempuan tua yang meninggal berasal dari Tiverton, Rhode Island. Ia meninggal pada Kamis malam setelah 'menderita penyakit kronis'," kata Norwegian Cruise Line dalam pernyatannya.

Sementara, pihak kepolisian masih menyelidiki tewasnya pria yang usianya jauh di bawahnya. Kabinnya sedang ditelusuri, untuk menemukan bukti lebih lanjut. "Doa kami menyertai keluarga kedua orang tersebut, yang sedang mengalami masa-masa sulit."

Kapal yang memiliki 16 dek tersebut berlabuh di dermaga Black Falcon, Boston pukul 06.30 pagi waktu setempat.

Penumpang kapal raksasa yang ke luar mengatakan mereka terkejut mendengar berita itu. "Saya terkejut, tidak tahu apapun. Aku bahkan tak mendengar rumornya," kata Dave Hennessey kepada WHDH-TV.

"Ini pelayaran keempatku. Ini kali pertamanya aku mendengar kabar kematian. Bukan hanya satu orang, tapi dua sekaligus," kata penumpang lain, Joe Lorusso.

Kapal 'Norwegian Dawn' memiliki panjang 965 kaki, memiliki kapasitas 2.224 orang penumpang dan 1.073 kru. (sumber: Daily Mail) (adi)
• VIVAnews

COAST GUARD OFFLOADS SEVEN TONS OF COCAINE


News Image
Coast Guard offloads seven tons of cocaine
Contraband is the result of two drug sub captures 

11/4/2011
ST. PETERSBURG, Fla. —The crew of the Coast Guard Cutter Cypress, a 225-foot buoy tender homeported in Pensacola, Fla., along with several state, federal and local partners, offloaded seven tons of cocaine at Coast Guard Sector St. Petersburg, Oct. 28.
You can see the action in the following video:
 
The crew of the Coast Guard Cutter Mohawk, a medium-endurance cutter homeported in Key West, Fla., interdicted a drug smuggling, self-propelled semi-submersible (SPSS) vessel, commonly referred to as a “drug sub,” in the Western Caribbean Sea Sept. 30.
The total interdiction is approximately seven tons and valued at nearly $180 million wholesale. The crew of the Mohawk stopped two SPSS vessels in 13 days. Used regularly to transport illegal narcotics in the Eastern Pacific, this interdiction is only the third Coast Guard interdiction of an SPSS in the Caribbean. The Coast Guard’s first interdiction of a drug smuggling, SPSS vessel in the Western Caribbean Sea happened July 13. Another 7.5 tons of cocaine was intercepted that day.
In another incident, the Coast Guard Cutter Bear, out of Portsmouth, Va., intercepted a go-fast vessel carrying more than 2 tons ofcocaine on Sept. 9.
The Coast Guard has interdicted more than 30 tons of cocaine this year alone.
The crew of a maritime patrol aircraft deployed in support of Joint Interagency Task Force South operations in the Caribbean spotted a suspicious vessel and notified the Mohawk crew of the location.
The Mohawk-based Coast Guard helicopter crew and pursuit boatcrew interdicted the SPSS and detained its crew. The SPSS sank during the interdiction along with the contraband.
The crewmembers of the Coast Guard Cutter Cypress commenced searching for the sunken SPSS on Oct. 17. Coast Guard crews and the FBI Laboratory's Technical Dive Team, located at Quantico, Va., conducted multiple search patterns. The SPSS was located by the dive crew on Oct. 19.
"The interdiction of a third SPSS in the Caribbean brings to a close an extremely successful fiscal year for the Coast Guard here in Southeast U.S. and Caribbean,” said Rear Adm. Bill Baumgartner, commander of the 7th Coast Guard District, in a prepared statement. "Working with our interagency and international partners, we detained 98 smugglers and prevented 60,064 pounds of cocaine and 4,412 pounds of marijuana with a combined street value of $727 million from reaching our streets. Although we have been finding highly creative and innovative ways to make our counter drug mission successful, we continued to be challenged by the maintenance requirements and limited capabilities of our aging fleet of larger ships. One of the greatest limitations to our success is the availability of large cutters to patrol the transit zones and new cutters, designed to patrol far offshore in District Seven, will ensure we continue to detect threats at greater distances from U.S. shores and meet the demands of our robust counter drug mission."
Built in the jungles and remote areas of South America, the typical SPSS is less than 100 feet in length, with four to five crewmembers, and carries up to 10 metric tons of illicit cargo for distances up to 5,000 miles. Drug traffickers design SPSS vessels to be difficult to spot and rapidly sink when they detect law enforcement, thereby making contraband recovery difficult.
"This is the second self-propelled semi-submersibles case for this crew and I am extremely proud we were able to stop millions of dollars of cocaine from reaching the streets of America," said Cmdr. Mark Fedor, Coast Guard Cutter Mohawk's commanding officer, in a press release. "They are a significant threat to our nation and throughout Central and South America because they can smuggle massive amounts of narcotics as well as other illicit goods or people and we will continue to be out here and stand a vigilant watch."
The U.S. Coast Guard, U.S. Navy, Customs and Border Protection, and partner nation aircraft and vessel crews work together to conduct counter drug patrols in the Caribbean.